Minggu, 14 November 2010

fit

grzz
Ada beberapa kesalahpahaman seputar olahraga untuk menurunkan berat badan. Salah satunya adalah semakin lama berolahraga, maka akan semakin cepat berat badan turun.

Olahraga mempunyai dua variabel utama, yakni intensitas dan durasi. Intensitas merupakan seberapa keras Anda berlatih, sementara durasi merupakan seberapa lama Anda berlatih, seperti yang dikutip dari askthetrainer.

Kebanyakan orang yang melakukan latihan berjam-jam tidak memperhatikan intensitasnya. Kebanyakan dari mereka hanya berolahraga dalam durasi sedang sehingga jantung tidak berdetak dengan cepat. Bahkan tidak jarang dari mereka menghabiskan waktu di gym dengan mengobrol.

Dalam latihan beban dan kardio, hasil yang maksimal ditentukan oleh seberapa tingginya peningkatan intensitas. Jika Anda tidak membatasi durasi latihan, maka akan sulit untuk memaksimalkan intensitas olahraga.

Pastikan latihan Anda tidak lebih dari dua jam dengan intensitas yang tinggi. Hal ini baik untuk mencegah cidera atau bahkan kelelahan yang justru berbahaya untuk kesehatan Anda.
(kee/kee) 

upper

grzz

5 Langkah Jadikan Olahraga Sebagai Rutinitas

Angga Firmanza - wolipop

img
Dok. : Thinkstock
Jakarta - Sebagian orang mengalami kesulitan dalam menjadikan olahraga sebagai rutinitas harian. Jika Anda merupakan salah satu orang yang mengalaminya, tips berikut dapat membantu, seperti yang dikutip dari care2.

Senin

Sebagai awal pekan, Senin menjadi hari dimulainya setiap orang beraktivitas, setelah berlibur di hari Minggu. Masukkan olahraga sabagai salah satu daftar aktivitas di hari Senin. Hal ini baik untuk menetapkan pola psikologis selama satu pekan.

Pagi

Jika memungkinan, masukkan jadwal olahraga di pagi hari. Pada pagi hari, Aktivitas masih minim sehingga tidak banyak alasan untuk melewati olahraga.

Dua hari
Jangan pernah melewati olahraga selama dua hari berturut-turut. Ketika seseorang sudah lebih dari satu hari tidak berolahraga, maka semangatnya untuk tetap bugar akan menghilang sehingga olahraga kembali ditinggalkan.

Malas
Saat kurang bersemangat untuk berolahraga, maka niatkanlah untuk berolahraga dengan mengurangi durasi dari yang biasanya. Saat keringat mulai keluar, maka semangat akan kembali meninggi dan Anda tidak jadi mengurangi durasi latihan.

Nyaman
Jadikan olahraga sebagai kegiatan yang menyenangkan agar semangat melakukannya tidak menyusut. Belilah sebuah pemutar mp3 untuk menemani  bersepeda atau sepatu olahraga baru untuk meningkatkan performa berlari.

Jumat, 05 November 2010

tips

grzz

Berpuasa Yang Beradab

E-mail Print PDF
Article Index
Berpuasa Yang Beradab
Halaman 2
Halaman 3
All Pages
Diriwayatkan dari Rasulullah saw yang bersabda dalam Hadits Qudsinya, “Allah swt. berfirman:
Puasa adalah untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya’.” (H.r. Bukhari-Muslim dari Abu Hurairah, Malik, Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i).
Syekh Abu Nashr as-Sarraj - rahimahullah - berkata:
Jika ada orang bertanya, “Apa makna kekhususan puasa dari ibadah-ibadah yang lain. Sementara kita tahu bahwa seluruh amal adalah untuk-Nya dan Dia yang bakal membalasnya. Lalu apa makna Hadis Qudsi, ‘Puasa adalah untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya’?”
Maka jawabannya adalah, bahwa Hadis tersebut memiliki dua makna: Pertama, bahwa puasa memiliki kekhususan dari ibada-ibadah fardhu yang lain. Sebab ibadah-ibadah fardhu yang lain merupakan gerakan anggota badan, dimana orang lain (makhluk) bisa melihat apa yang la lakukan. Sedangkan puasa tidak demikian karena puasa bukanlah ibadah gerakan badan. Oleh sebab itu, Allah swt. berfirman, “Puasa itu adalah untuk-Ku.”
Kedua, dalam firman-Nya yang menyatakan, “untuk-Ku” memiliki arti bahwa, “ash-Shamadiyyah adalah Dzat yang tidak memiliki rongga perut dan tidak butuh makan dan minum. “Maka barangsiapa berperilaku dengan akhlak-Ku, maka Akulah Yang bakal membalasnya dengan balasan yang tidak pernah terbersit  dalam benak manusia. “
Adapun makna firman-Nya, “Dan Akulah yang akan membalasnya, ”maka sesungguhnya Allah telah menjanjikan pahala untuk setiap perbuatan baik dengan jumlah dari satu hingga sepuluh kali lipatnya, dan dari sepuluh hingga tujuh ratus kecuali bagi orag-orang yang berpuasa, dimana mereka adalah yang masuk dalam kriteria orang-orang yang sabar.
Allah swt. berfirman:
"Hanya orang-orang yang bersabar akan diberi pahala mereka yang tidak terbatas." (Q.s. az-Zumar: 10).
Maka ibadah puasa dikecualikan dari ibadah-ibadah lain yang memiliki ganjaran terbatas dan tertentu. Karena puasa adalah kesabaran jiwa untuk tidak melakukan apa yang menjadi kebiasaannya, mengekang anggota badan dari seluruh kesenangannya. Maka orang-orang yang berpuasa adalah orang-orang yang sabar.
Searti dengan makna di atas adalah Hadits yang diriwayatkan dari Nabi saw yang bersabda:
“Jika engkau berpuasa maka hendaknya pendengaranmu, penglihatanmu, lisan dan tanganmu juga ikut berpuasa.” (H.r. Bukhari-Muslim dari Abu Hurairah).
Beliau juga bersabda:
"Jika salah seorang di antara kalian berpuasa maka hendaknya tidak berkata keji dan fasik. Jika ada seseorang yang mengumpatnya hendaknya ia mengatakan, Saya sedang berpuasa’.” (H.r. Bukhari-Muslim).
Sahnya puasa dan baiknya adab seseorang dalam berpuasa ‘’ Sangat bergantung pada sah (benar)nya tujuan seseorang, menghindari kesenangan nafsu (syahwat)nya, menjaga anggota badannya, bersih makanannya, menjaga hatinya, selalu mengingat Allah : tidak memikirkan rezeki yang telah dijamin Allah, tidak melihat puasa yang ia lakukan, takut atas tindakannya yang ceroboh dan memohon bantuan kepada Allah untuk bisa menunaikan puasanya. Maka inilah adab orang yang berpuasa.
Dikisahkan dari Sahl bin Abdullah at-Tustari - rahimahullah - bahwa la makan dalam setiap lima belas hari sekali. Jika bulan Ramadhan tiba la hanya makan sekali dalam satu bulan. Kemudian saya menanyakan hal tersebut kepada sebagian guru-guru Sufi. Maka ia menjawab, “Setiap malam la hanya berbuka dengan air bersih saja.”
Dikisahkan dari Abu Ubaid al-Busri - rahimahullah - bahwa ketika bulan Ramadhan tiba, la masuk rumah dan segera mengunci pintunya lalu berpesan kepada istrinya, “Setiap malam tolong lemparkan sepotong roti lewat lubang dinding (ventilasi).” la tidak akan keluar dari kamar sehingga bulan Ramadhan berakhir. Tatkala tiba hari Raya dan istrinya masuk di kamar, la menemukan tiga puluh potong roti tertumpuk di sudut kamar.

nafsi

grzz

Hawa Nafsu

E-mail Print PDF
Huruf Nun dari kehinaan (hewan)
dari hawa yang tercuri
Menyerah kepada hawa nafsu
Jatuh dalam kehinaan
(Syair kaum sufi) Kunci ibadat adalah tafakur, Tanda tercapainya tujuan adalah perlawanan terhadap hawa nafsu dengan meninggalkan keinginan-keinginannya (Dzun Nun al Misry).
]Nafsu itu dengan sendirinya cenderung kepada perilaku yang jahat. Pada saat yang sama,
si hamba diperintahkan agar bersabar di dalam beradab. Jadi hawa nafsu berperilaku sesuai dengan wataknya dengan cara menentang, dan si hamba menolak hawa nafsu dengan perjuangannya melawan tuntutan-tuntutannya yang jahat. (Ibnu Atha’)
Tidak ada ibadah bagi Allah selain yang lebih utama dari menentang hawa nafsu (Sahl bin Abdullah)
Orang yang melewati malam harinya dengan cukup baik akan memperoleh balasan di siang harinya, dan orang yang melewati siang harinya dengan cara yang baik akan memperoleh balasan di malam harinya. Barang siapa tulus dalam menjauhi hawa nafsu akan terbebas dari memberi nafsu makanan. Allah Swt. bersifat Maha Pemurah hingga tidak berkehendak untuk menghukum hati yang menjauhi hawa nafsu. (Abu Sulaiman Ad Darani).
Hanya takut yang sangat atau kerinduan yang bergelora yang bisa memadamkan nafsu (Yusuf bin Asbat).
Barangsiapa meninggalkan hawa nafsu tapi tidak menemukan pengganti dalam hatinya adalah seorang pendusta dalam meninggalkan hawa nafsu  itu sendiri (Al Khawwas).
Nafsu amarah yang terus-menerus mendorong pada kejahatan adalah penyeru kepada kebinasaan, pembantu musuh, pengikut hawa nasfu , dan diharu biru dengan berbagai macam kejahatan.” (Al Junaid).
Ketahuilah bahwa pangkal setiap maksiat dan kelalaian adalah ridho dan mematuhi nafsu. Sedangkan pangkal ketaatan dan kesadaran adalah menentangnya. (Ibnu Attailah As Sakandari).
Janganlah tertipu nafsu dengan menyerahkan kalbu pada nafsu sehingga kalbu tersebut mengikutinya dan membawamu kepada kebinasaan. Kalbu yang mengikuti nafsu tak ubahnya seperti manusia yang menggantungkan diri pada orang yang tenggelam di lautan. Akhirnya, keduanya sama-sama tenggelam. Sedangkan menyerahkan nafsu kepada kalbu seperti manusia yang menyerahkan dirinya pada perenang mahir.
Dia-pun bisa berenang bersamanya hingga selamat sampai daratan. (Ibnu Attailah As Sakandari).
Nafsu adalah musuh yang paling sulit ditaklukkan. Ia hampir selalu menang dalam pertarungan. Jika tidak dikurung dengan iman, dia akan menjadi liar dan beringas. Hanya nafsu yang mendapat kasih sayang Allah yang dapat dikendalikan. Karena itu waspadalah engkau terhadap nafsu. Sungguh-sungguhlah dalam menghadapinya.
Kobarkanlah  semangatmu agar tidak pernah kendur. Sesungguhnnya nafsu selalu punya cara untuk berkilah agar dapat berkehendak bebas. Tidak ada musuh yang peling sengit menyerangmu selain dari nafsumu sendiri. Ia tidak pernah menyerah dan tidak pernah mau tunduk. Kalaupun terlihat tunduk, ia hanya pura-pura manut. Ia terus-menerus mecari celah kelengahanmu. Berbagai kesempatan selalu digunakan oleh nafsumu untuk menjatuhkanmu. (Al-Hakim Al-Turmudzi).
Ketika engkau sedang papa, nafsumu selalu menjanjikan kezuhudan. Namun ketika engkau banyak harta, ia mendorongmu pada kerakusan. Ketika engkau belum berjaya, nafsumu selalu menjanjikan kesyukuran. Namun ketika engkau berkuasa, ia mendorongmu pada kekufuran. Ketika engkau tidak punya jabatan, nafsumu menjanjikan kewarakan. Namun ketika engkau punya kedudukan, ia mendorongmu pada kegegabahan. Nafsu selalu menjanjikan kesalehan kepadamu ketika dirimu tak punya apa-apa. Sedangkan, ketika engkau banyak harta, ia selalu mendorongmu pada kemaksiatan. (Al-Muhasibi).
Pada zaman sekarang, sangat sedikit orang yang berbuat kebaikan dengan landasan sunnah. Pada umumnya orang beramal atas dasar hawa nafsu. Mereka lebih suka beramal untuk mendapat  pujian. Baik dari Allah maupun dari manusia. Ketika meninggalkan dosa, mereka takut ejekan manusia, bukan takut kepada Allah atau patuh menjalankan aturan-Nya. Karena itu. Kita pantas mengistimewakan orang yang beramal dengan landasan sunnah. Mereka mempunyai sifat yang unik, yaitu tidak marah ketika keburukannya diceritakan kepada orang lain. (Mu’adz bin Jabal).
Hawa nafsumu adalah ibu segenap berhala:
Berhala benda ialah ular, berhala jiwa adalah naga.
Menghancurkan berhala itu mudah, namun menganggap mudah
Mengalahkan nafsu adalah tolol.
Anakku, jika bentuk nafsu ingin kaukenali, bacalah uraian tentang
Neraka dengan tujuh pintunya
Dari hawa nafsu setiap saat bermunculan tipu muslihat;
Dan dari setiap tipu muslihat seratus Fir’aun dan balatentaranya terjerumus. (Jalaludin Ar Rumi).
Apabila dalam dirimu terdapat kecintaan kepada seseorang dan kebencian (al-wala` wal bara`) terhadapnya, maka jadikan/timbanglah hal itu (al-wala` wal bara`) dengan Al-qur`an dan As-Sunnah. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsumu, sehingga hal itu akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. (Asy-Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani).
kang w4n

heart

grzz

Hati Mukmin & Keikhlasan

E-mail Print PDF
Syeikh Abul Hasan Asy-Asyadzily, Dia berkata: Cahaya dari cahaya Allah Dia titipkan ke dalam hati hamba-Nya yang beriman sehingga memutusnya dan selain-Nya. Maka, itulah keikhlasan yang tidak dapat ditengok oleh malaikat lantas menulisnya, oleh setan lalu merusaknya, maupun oleh hawa nafsu lantas memiringkannya. Dan, darinya mencabang empat kehendak: kehendak ikhlas dalam amal di atas pengagungan terhadap Allah, keikhlasan demi mengagungkan perintah Allah, kehendak ikhlas untuk menuntut ganjaran dan pahala, dan kehendak ikhlas dalam membersihkan amal dan noda-noda; tidak memperhatikan padanya selain itu.
Kita menghamba kepada-Nya dengan semua kehendak ini. Karena itu, siapa yang berpegang kepada satu darinya, maka dia orang yang ikhlas. Mereka berada dalam derajat-derajat di sisi Allah dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. Kepada isyarat inilah Allah Swt berfirman yang disampaikan oleh Jibril As, kepada Rasulullah Saw, “Ikhlas adalah rahasia dan rahasia-Ku yang Aku titipkan dalam hati hamba-hamba-Ku yang Aku cintai.” Syeikh berkata, “Riya’ adalah membebaskan hati dalam amal demi selain Allah pada sudut yang tidak diizinkan oleh Allah SWT.”

Kesaksian dalam Ikhlas
Beliau r.a. berkata: Aku melihat seolah-olah diriku sedang tawaf di Ka’bah seraya menuntut keikhlasan dan diriku, dan aku memeriksanya di dalam batinku. Tiba-tiba ada seruan, “Berapa sering kalian mendekat bersama orang-orang yang mendekat sedangkan Aku Maha Mendengar, Maha Mengetahui, Maha Dekat, Maha Waspada. Pengenalan dari-Ku mencukupkanmu dari ilmu orang-orang dahulu dan kemudian, kecuali ilmu Rasul dan para Nabi.
Ikhlas itu terdiri dari empat unsur: keikhlasan orang yang ikhlas dengan apa yang di ikhlaskan kepada yang di ikhlaskan kepada-Nya. Dan, itu ada dua bagian: keikhlasan shiddiqin (orang-orang yang jujur) dan keikhlasan shiddiqin. Ikhlas shadiqin adalah demi menuntut pahala sedang ikhlas shiddiqin itu wujud al-Haqq yang dimaksudkan, tidak ada sesuatu pun dari selain-Nya. Maka, siapa yang hal itu dititipkan ke dalam hatinya, dialah yang dikecualikan oleh lisan musuh-Nya dalam firman-Nya, “Aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.” (QS. Shad [381]: 82—83).

hikam

grzz

AL-Luma

E-mail Print PDF
Article Index
AL-Luma
Halaman 2
All Pages
Syeikh Abu Nashr As-Sarraj

Kefakiran
Syekh Abu Nashr as-Sarraj — rahimahullah — berkata: Saya pernah mendengar jawaban Ibnu Salim ketika ditanya tentang dzikir, “Ada tiga macam bentuk dzikir: dzikir dengan lisan yang memiliki sepuluh kebaikan, dzikir dengan hati yang memiliki tujuh ratus kebaikan dan dzikir yang pahalanya tidak dapat ditimbang dan dihitung,
yaitu puncak kecintaan kepada Allah serta perasaan malu karena kedekatan-Nya.”
Al- Junaid -rahimahullah- berkata, “Kefakiran adalah samudra cobaan (bala’), namun seluruh cobaannya adalah kemuliaan.” la ditanya tentang kapan orang fakir yang jujur ini mengharuskan masuk surga sebelum orang-orang kaya dengan tenggang waktu lima ratus tahun? Maka la menjawab, “Jika si fakir ini bermuamalah kepada Allah dengan hati nuraninya, setuju dengan Allah pada apa yang tidak diberikan-Nya, sehingga kefakirannya dianggap sebagai nikmat dari Allah yang diberikan kepadanya, dimana la merasa takut bila kefakirannya itu hilang sebagaimana ia merasa takut bila kekayaannya itu hilang. Ia selalu bersabar, berniat karena Allah dan bersenang hati dengan kefakiran yang telah dipilihkan Allah untuknya, dengan tetap menjaga agamanya, menyembunyikan kefakirannya, menampakkan kekecewaannya terhadap makhluk dan merasa cukup dengan Allah dalam kefakirannya, sebagaimana difirmankan Allah Swt., ‘(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di muka bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orangkaya karena memelihara diri dari meminta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak.’ (Q.S. al-Baqarah: 273).
Apabila si fakir memiliki sifat-sifat tersebut, maka la akan masuk surga sebelum orang-orang kaya dengan tenggang waktu lima ratus tahun. Sementara hari Kiamat cukup baginya sebagai beban untuk menunggu dan diperhitungkan amalnya.”
Ibnu al Jalla’ -rahimahullah- berkata, “Barangsiapa tidak menyertai kefakirannya dengan sikap wara` (jaga diri dari syubhat), maka la akan terjerumus pada hal-hal yang diharamkan secara pasti, sementara la sendiri tidak menyadarinya.”
Al Junaid -rahimahullah- pernah ditanya, “Siapakah orang yang paling mulia?” Lalu la menjawab, “Yaitu orang fakir yang ridha.”
Al-Muzayyin -rahimahullah- pernah mengatakan, “Batas kefakiran ialah bila orang yang fakir tidak bisa lepas dari kebutuhan.”
Ia juga mengatakan, `Apabila si fakir kembali kepada Allah Azza wa Jalla maka la akan bisa diterangkan bahwa la disertai ilmu pengetahuan, akhirnya la bingung dalam keberadaannya.”
Sementara al Junaid -rahimahullah- mengatakan, “Seseorang tidak bisa memastikan dengan benar akan kefakirannya sehingga la yakin bahwa di hari Kiamat nanti tidak ada orang yang lebih fakir daripada dirinya.”

peka

grzz

Jadi Ibu di Usia 10? Bukan Hal Aneh

E-mail Print PDF
Barat kerap menyerang masalah nikah muda dalam Islam, padahal mereka sangat permisif dengan seks bebas di kalangan bocah remaja

Hidayatullah.com--Masyarakat Barat sering mempermasalahkan pernikahan usia muda di negara-negara Muslim. Kaum feminis, aktivis perempuan dan HAM Barat kerap menyerang isu itu untuk menyudutkan Islam sebagai agama yang tidak beradab. Padahal di negara Barat hubungan seks diusia muda bahkan marak dan tidak dianggap sebagai pelanggaran hukum. Salah satu contoh kasus terbaru adalah anak perempuan di Spanyol berusia 10 tahun yang sudah melahirkan bayinya.

Sebagaimana dilansir BBC (3/11), seorang anak berusia 10 tahun membuat pusing pemerintah Spanyol setelah dia pekan lalu melahirkan.

Anak kecil itu adalah seorang gadis gipsi dari Romania dan belum lama tiba di Spanyol ketika melahirkan. Dia melahirkan di sebuah rumah sakit di Jerez, Spanyol selatan, kata menteri urusan sosial Andalusia Micaela Navarro.

Ibu dan bayinya--yang diberi nama Nicoletta--dikabarkan dalam kondisi sehat. Ayah sang bayi diperkirakan berusia 13 tahun dan masih berada di Romania.

Sebelumnya pada tahun 2009 di Inggris ada Alfie Patten, bocah laki-laki 13 tahun yang menghamili pacarnya yang berusia 15 tahun.

Sebagai respon dari kasus itu National Health Service (NHS) kota Sheffield bahkan menyebarkan brosur dengn judul "pleasure" kepada anak-anak sekolah yang menganjurkan untuk melakukan seks. "An orgasm a day keeps the doctor away", demikian tulisnya.
Tidak hanya itu, slogan tersebut ditambah dengan anjuran yang berbunyi, "Para pakar pemerhati kesehatan menganjurkan untuk mengkonsumsi 5 porsi buah dan sayuran sehari, dan 30 menit gerak badan tiga kali seminggu. Bagaimana dengan hubungan seks atau masturbasi dua kali seminggu?". Baca berita sebelumnya Walah, Remaja Inggris Dianjurkan Seks Bebas!
Rupanya melahirkan diusia sangat belia bukan hal yang aneh bagi keluarga asal Romania itu. Nenek si bayi, Olimpia, tenang-tenang saja. ''Itu usia kami menikah di Romania,'' kata si nenek seperti dikutip koran Diario de Jerez. Olimpia sendiri menikah pada usia 10 tahun.

Di Spanyol, hubungan seksual secara hukum tidak dipersoalkan bagi warga usia 13 tahun. Statistik dari tahun 2008 menunjukkan bahwa 177 anak usia di bawah 15 tahun melahirkan, dan sekitar 500 lain melakukan aborsi.

Maka adalah hal yang aneh jika para feminis, aktivis perempuan dan HAM Barat sibuk mengecam pernikahan muda di negara-negara Islam. Padahal budaya mereka sendiri sangat permisif dengan hubungan seks di usia muda, bahkan hubungan itu dilakukan di luar pernikahan alias zina. Sudah jelas kebudayaan mana yang sebenarnya tidak beradab.[di/bbc/hidayatullah.com]